Pada kesempatan ini, ASDP turut melakukan penandatanganan kerja sama dengan operator kapal sebagai langkah awal rencana implementasi Layanan Express II di lintasan Merak–Bakauheni. Inisiatif ini akan mengoptimalkan waktu layanan dan meningkatkan nilai tambah bagi pelaku logistik maupun pengguna jasa harian, khususnya di jalur penyeberangan terbesar dan tersibuk di Indonesia tersebut.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa ASDP selama setahun terakhir berhasil memperluas digitalisasi layanan, termasuk penyempurnaan sistem e-ticketing Ferizy, kebijakan refund yang kini hanya dikenakan potongan 25 persen, serta biaya reschedule sebesar 10 persen untuk meningkatkan fleksibilitas mobilitas pelanggan. Teknologi face recognition juga mulai dikembangkan untuk bisa segera diterapkan di sejumlah pelabuhan guna mempercepat proses verifikasi identitas dan boarding sehingga keamanan dan kenyamanan pengguna jasa semakin terjaga.
“Transformasi digital ini adalah bentuk nyata upaya kami dalam meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh. Melalui program Quick Wins yang sejalan dengan campaign Danantara, ‘Melayani Sepenuh Hati’, kami terus memperbaiki titik-titik layanan di pelabuhan maupun kapal agar pengguna jasa merasakan perubahan positif dari waktu ke waktu,” kata Windy.
