“Saat ini kami masih berproses untuk mengeluarkan peraturan menteri terkait sekolah aman, bebas dari kekerasan dalam lingkungan belajar. Kami juga mengajak kepada seluruh pihak untuk mengubah paradigma pendidikan menjadi lebih humanis, komprehensif, dan partisipatif. Serta memperkuat peran guru sebagai pendamping murid secara akademik, psikologis, sosial, spiritual, dan penghubung antara sekolah dengan orang tua,” tutur Mendikdasmen.
Ia juga mengaku optimistis proses pembelajaran di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara kembali berjalan normal pascaledakan pada Jumat (9/11).
“Saya kira, secara umum melihat kondisi anak-anak yang tadi saya temui sepertinya tidak perlu waktu lama dan mudah-mudahan semuanya bisa kembali normal dan juga bisa belajar sebagaimana mestinya,” imbuh Mendikdasmen.
Menurut Mendikdasmen, untuk penanganan selanjutnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan bekerja sama dengan sekolah dan juga Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan kementerian terkait. (tim)
