Rafik menegaskan kemitraan dengan BPR Abdi bukan sekadar penandatanganan PKS. Tetapi sinergi tersebut menjadi sebuah langkah strategis memperluas jangkauan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui pendekatan yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi komunitas. ”Sinergi ini diharapkan menjadi model kerja sama yang mampu memperkuat kesejahteraan pekerja sekaligus mendukung pembangunan ekonomi masyarakat,” cetus Rafik.
Sementara itu pihak BPR Abdi menyambut positif kerja sama ini. Direktur Utama BPR Abdi, Wardati, menyampaikan BPR Abdi memiliki komitmen kuat memberdayakan ekonomi masyarakat. ”Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan membantu memastikan nasabah dan komunitas binaan kami mendapatkan perlindungan sosial yang layak,” ungkap Wardati.
Agenda pertemuan meliputi, sosialisasi mekanisme layanan melalui BPR Abdi, strategi akuisisi peserta BPU, penguatan peran komunitas dalam meningkatkan kepatuhan iuran, penetapan jadwal implementasi awal, dan monitoring bersama. Pertemuan berjalan interaktif, ditandai dengan komitmen kuat dari komunitas binaan untuk berkolaborasi dalam meningkatkan cakupan perlindungan bagi pekerja sektor informal.
