IPOL.ID- Delapan kabupaten/kota di Wilayah Sumatera Utara dilanda bencana banjir dan tanah longsor saat cuaca ekstrem bertubi-tubi pada Senin (24/11/2025) dan Selasa (25/11).
Berdasarkan rekapitulasi hingga Rabu (26/11) hari ini, tercatat 65 kejadian bencana terdiri dari 38 peristiwa tanah longsor, 24 banjir, dua kasus pohon tumbang dan satu angin puting beliung.
Peristiwa itu tersebar di delapan kabupaten/kota meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Kota Gunung Sitoli, Humbang Hasundutan, dan Pakpak Bharat.
Bencana tersebut menyebabkan 29 korban, terdiri dari 12 orang meninggal, 10 luka-luka serta 7 warga masih dalam pencarian. Sebanyak 2.543 rumah warga mengalami kerusakan, 445 orang terpaksa mengungsi, dan sejumlah akses jalan tertutup material longsor dan banjir dengan ketinggian air berkisar antara 70 cm hingga empat meter.
Hasil laporan sementara dihimpun Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) per Rabu (26/11) pukul 07.00 WIB, dari Kabupaten Sibolga, cuaca ekstrem hujan deras dalam durasi lebih dari dua hari telah memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
