Kholis menerangkan, KontraS pada saat itu memberikan data sekitar 44 orang hilang dalam aksi unjuk rasa dan yang berhasil ditemukan 40 orang pendemo.
Puluhan orang yang ditemukan itu telah dilakukan upaya proses hukum maupun pembinaan oleh jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Upaya kami lalu mulai mengerucut ke empat nama orang hilang, pertama Eko, Bima, Farhan dan Reno,” ungkap Kholis.
Pada 12 September 2025, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri memerintahkan Ditreskrimum Polda Metro Jaya membuat posko pengaduan orang hilang.
Para penyidik fokus dalam pencarian empat orang hilang tersebut hingga berhasil menemukan Eko di Kalimantan Tengah dan Bima di Jawa Timur.
“Kami juga sudah umumkan ke rekan-rekan media pada 18 September terkait penemuan kedua orang hilang ini,” jelasnya.
Wadir Krimum Polda Metro menegaskan, Farhan sebelum menghilang sempat menggadaikan handphone beserta nomornya ke salah satu orang di kawasan Jakarta Utara.
Selama penelusuran itu, penyidik sempat meminta keterangan dari sejumlah saksi, baik dari rekan yang ikut demo dan keluarga kedua korban. Keduanya terakhir terlihat berada di sekitar kawasan Kwitang.
