Para saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada salah satu ustaz yang segera melakukan evakuasi. Namun, seluruh korban dinyatakan sudah meninggal dunia saat tiba di Puskesmas Jaddih.
Identitas para korban yakni Louvin (9), Rosyid Ainul Yakin (10), Reynand Azka (9), serta Salman (9) yang berasal dari Surabaya. Dua korban lainnya adalah Moh Nasirudin Adrai (8) dari Sampang dan Muhammad Akhtar Muzain Ainul Izzi (7) asal Bangkalan.
AKBP Hendro menambahkan bahwa seorang ustaz yang membantu evakuasi sempat dilarikan ke rumah sakit karena kelelahan, namun kini kondisinya telah membaik.
“Alhamdulillah per pagi ini sudah kami hubungi, kondisinya membaik dan sudah sadar,” katanya.
Kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara sejak Kamis malam, dilanjutkan Jumat pagi dengan melibatkan tim Inafis Polda Jawa Timur serta Brimob untuk memastikan kondisi area kubangan, termasuk kedalaman dan kandungan air.
“Kemungkinan di TKP kedalaman sekitar 150-an centimeter. Sedangkan untuk luasannya masih belum dipastikan,” ujarnya.
