Pengalaman bertanding melawan atlet-atlet elite dari Jazirah Arab turut memberikan pelajaran penting bagi Ikhwan untuk ke depannya. Menurutnya, para atlet dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga Bahrain menunjukkan persiapan matang, dengan membawa perlengkapan lengkap dan unta-unta pilihan.
“Awalnya masih bisa bersaing stabil, tapi ketika masuk 200 meter terakhir unta saya mulai turun ritme sehingga tertinggal. Atlet-atlet lain memilih jalur kiri sejak start karena dinilai lebih menguntungkan. Saya baru memahami taktik itu ketika melihat langsung di arena,” ujarnya.
Dalam heat 2000 meter ini, Ikhwannudin sempat berada di kelompok depan pada kilometer pertama dan menempati posisi empat, berdampingan dengan tiga atlet tuan rumah. Namun, di 200 meter terakhir, kecepatan Sogan turun ke trot sehingga posisinya melorot ke peringkat keenam.
Meski belum lolos ke babak selanjutnya, Ikhwannudin menilai hasil ini sebagai pengalaman berharga untuk pengembangan prestasinya di masa depan. Ia berharap dapat kembali tampil dan memperbaiki strategi balapnya.
