Di pertandingan final, Bella juga menunjukkan kedewasaan mental sebagai atlet muda yang terus berkembang. Ia mengaku turnamen ini memberinya banyak pelajaran berharga tentang bagaimana menjaga fokus dan mengontrol permainan. “Dari pertandingan ini, saya tahu kalau masih suka melakukan kesalahan sendiri terutama di awal pertandingan. Jadi, ke depan harus bisa lebih sabar dan lebih siap sejak gim pertama. Semoga tahun depan bisa ikut Sirnas lagi dan meraih lebih banyak prestasi sampai bisa masuk pelatnas,” ujarnya.
Sementara pemain andalan dari PB Cahaya Lumajang, Ahza Catur Anugrah sukses menorehkan pencapaian besar pertamanya di turnamen skala nasional karena berhasil menjadi juara di Polytron Muria Cup Sirnas C 2025. Keberhasilan itu diraihnya ketika membuat kejutan dengan memenangi partai final Tunggal Pemula Putra U-15 melawan unggulan pertama, Rafi Qabilah Fathurrahman asal PB Taqi Arena Badminton Academy. Catur menyudahi perlawanan tangguh Rafi selama 57 menit dan memastikan status juara lewat drama tiga gim 19-21, 21-17, 21-16.
