Awan panas guguran tercatat masih berlangsung saat laporan dibuat, dengan amplitudo seismogram mencapai 40 milimeter dan durasi lebih dari 16 menit.
Gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini, berada pada Level II atau Waspada.
Warga dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 8 kilometer dari pusat erupsi, serta dianjurkan menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter karena potensi perluasan awan panas maupun aliran lahar bisa mencapai 13 kilometer, bahkan telah mencapai 14 kilometer pada erupsi sore ini.
Masyarakat juga diminta tidak mendekat dalam radius 2,5 kilometer dari kawah lantaran risiko lontaran batu pijar. Kewaspadaan terhadap potensi guguran lava dan lahar tetap harus ditingkatkan, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai lain yang berhulu di puncak Semeru.
“Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulisnya. (far)
