Sandi menegaskan komitmen Polri untuk tetap terbuka terhadap kritik dan masukan publik.
“Polri bukan institusi yang anti kritik. Kami selalu mendengarkan aspirasi masyarakat sebagai bagian dari pembenahan,” katanya.
Sandi menambahkan bahwa berbagai langkah transformasi tengah dilakukan bersama Tim Percepatan Reformasi Polri.
Litbang Kompas dalam analisanya menyebut penguatan pengawasan internal dan pembenahan sistem pelayanan sebagai faktor kunci meningkatnya kepercayaan publik. Pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri dan Komisi Percepatan Reformasi Polri dinilai memberi sinyal kuat bahwa perubahan dilakukan secara serius dan terstruktur.
Dengan capaian kepercayaan publik yang kini berada pada angka 76 persen, Polri dinilai memiliki momentum penting untuk melanjutkan reformasi agar semakin profesional, transparan, dan dipercaya masyarakat. (ahmad)
