“Setelah dicek, ternyata hanya tersisa Rp272 ribu,” ujar Bayu Maulana, perwakilan warga, dalam video yang beredar.
Di hadapan warga dan pejabat Forkopimcam, Fesi akhirnya tak lagi membantah. Ia mengakui telah memakai sekitar Rp180 juta dana BUMDes untuk berinvestasi saham. Tindakannya itu disebut dilakukan tanpa persetujuan perangkat desa maupun warga.
Selain untuk investasi, sebagian dana disebut dialokasikan untuk pembangunan kandang ayam sebagai program usaha desa. Namun pembangunan baru mencapai sekitar 60 persen dan belum siap beroperasi.
Tindakan Fesi langsung memicu kemarahan warga yang menilai pengelolaan BUMDes telah disalahgunakan. Kepercayaan publik terhadap figur yang dikenal sebagai tokoh agama tersebut pun runtuh.
Warga meminta tindak lanjut tegas dari pemerintah desa dan Forkopimcam agar dana desa tidak terus menjadi sasaran penyalahgunaan. Forum audiensi juga menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan BUMDes Benjot.(Vinolla)
