Dalam pidatonya, Mamdani menyapa pendukungnya dari berbagai latar belakang.
“Saya berbicara tentang pemilik toko Yaman, nenek Meksiko, sopir taksi asal Senegal, perawat dari Uzbekistan, juru masak asal Trinidad, dan bibi dari Ethiopia. Untuk setiap warga di Kensington, Midwood, dan Hunts Point,” katanya
“Kota ini adalah kota kalian, dan demokrasi ini milik kalian juga,” sambungnya.
Mamdani, seorang sosialis demokrat, mewakili sayap baru dalam politik Partai Demokrat yang selama ini didominasi kelompok mapan dan donor kaya.
Sementara Cuomo, yang maju sebagai kandidat independen setelah kalah di pemilihan pendahuluan Juni lalu, menyebut pertarungan itu sebagai “perang saudara dalam Partai Demokrat”.
Namun, beberapa jam setelah hasil resmi keluar, Cuomo mengakui kekalahannya. “Malam ini adalah milik mereka,” katanya kepada pendukungnya.
Mamdani menanggapi dengan tegas. “Saya masih muda, saya seorang Muslim, saya seorang sosialis demokrat, dan saya tidak akan pernah meminta maaf untuk itu,” ucapnya.
