Pada 2024, Kemendag mencatat nilai transaksi Harbolnas mencapai Rp31,2 triliun atau naik 22% dari tahun sebelumnya, dengan kontribusi produk lokal sebesar 52%. Untuk 2025, pemerintah menargetkan transaksi mencapai Rp33–34 triliun, termasuk penjualan produk lokal senilai Rp17 triliun dengan melibatkan 1.000 UMKM. Upaya pencapaian target ini akan diperkuat melalui kolaborasi lintas kementerian, industri, platform digital, pemerintah daerah, serta pelatihan bagi 500 UMKM.
Ketua Umum Asosiasi Ecommerce Indonesia (iDEA) Hilmi Adrianto menyatakan Harbolnas telah menjadi simbol inovasi dan kreativitas pelaku usaha selama 13 tahun terakhir. Ia menyebut lebih dari 1.000 pelaku usaha digital terdaftar dalam gelaran tahun ini, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap stabil di angka 5,04% pada triwulan III/2025.
Hilmi menambahkan, transaksi Harbolnas rata-rata meningkat 30% setiap tahun, bahkan kontribusi produk lokal mampu menembus 50% pada penyelenggaraan sebelumnya. Menurutnya, promo besar-besaran yang dilakukan secara serentak tidak hanya meningkatkan transaksi, tetapi juga memberi masyarakat akses belanja lebih terjangkau.
