IPOL.ID — Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan penjualan senjata besar-besaran senilai sekitar USD11 miliar ke Taiwan, yang mencakup peluncur roket canggih, howitzer swa-gerak, dan berbagai rudal.
Paket ini, yang masih perlu disetujui oleh Kongres AS, akan menjadi penjualan senjata kedua ke Taiwan sejak Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari.
China, yang menganggap Taiwan yang berpemerintahan sendiri sebagai provinsi yang memisahkan diri, mengutuk langkah tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu “sangat merusak kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial China”.
Kementerian Pertahanan Taiwan berterima kasih kepada AS dan mengatakan kesepakatan itu akan membantu pulau itu dalam “membangun kemampuan pencegahan yang kuat dengan cepat”.
AS memiliki hubungan formal dengan Beijing, bukan Taiwan, dan telah menempuh jalan diplomatik yang sulit selama beberapa dekade. Namun, AS tetap menjadi sekutu kuat Taiwan dan pemasok senjata terbesar pulau itu.
Penjualan senjata terbaru ini telah membuat Beijing marah, yang dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan tekanan terhadap Taiwan dengan latihan militer dan pelanggaran rutin ke perairan dan wilayah udaranya.
