Rute menuju Arul Pinang juga dipenuhi jalan bergelombang, amblas, dan sisa lumpur yang menunjukkan tingginya genangan banjir. Beberapa rumah warga bahkan tampak terpapar lumpur hingga mencapai atap setinggi tiga meter.
Kondisi desa hingga kini masih belum dialiri aliran listrik maupun jaringan internet. Ketersediaan air bersih dan bahan makanan semakin menipis, sementara kebutuhan obat-obatan, perlengkapan bayi, dan kebutuhan perempuan mendesak untuk segera dipenuhi.
Situasi serupa terjadi di Dusun Karang Kuda, Kecamatan Serbajadi, yang aksesnya terputus hampir satu pekan. Sekitar 75 rumah warga hancur akibat banjir besar. Meski tidak ada korban jiwa, warga mengalami trauma setiap kali hujan turun.
Selama menunggu bantuan masuk, warga membangun tempat pengungsian mandiri menggunakan terpal. Adapun kebutuhan mendesak mencakup air bersih, pakaian, selimut, makanan siap saji, hygiene kit, susu bayi, serta obat-obatan.
Selain mendata korban dan kerusakan, rombongan juga membawa bantuan awal berupa masing-masing 1,5 ton beras dan obat-obatan untuk Kecamatan Peunaron dan Serbajadi.
