Di samping itu, total aset BRI tumbuh 8,2% year-on-year menjadi Rp2.123,4 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 8,2% menjadi Rp1.474,8 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 6,3% menjadi Rp1.438,1 triliun. Dari sisi permodalan, BRI berhasil menjaga rasio kecukupan modal (CAR) di level 25,4%, dengan likuiditas yang sehat melalui Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,5%. Kinerja ini mencerminkan kemampuan BRI menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan keberlanjutan.
5. Peroleh >160 Penghargaan dan Dinobatkan Sebagai Bank of The Year 2025 oleh The Banker
Sepanjang tahun 2025, BRI mencatatkan penguatan reputasi di tingkat domestik, regional, dan internasional, dengan meraih 163 pengakuan dari berbagai lembaga. Salah satu capaian utama tercermin dalam Forbes Global 2000 – The World’s Largest Companies 2025, di mana BRI menempati peringkat ke-349 dari 2.000 perusahaan publik terbesar dunia, sekaligus menjadi perusahaan publik Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam daftar tersebut. Di tingkat regional, posisi BRI juga semakin menguat melalui Fortune Southeast Asia 500, dengan menempati peringkat pertama di antara seluruh bank dan institusi keuangan asal Indonesia, serta peringkat ke-4 kategori finansial se-Asia Tenggara berdasarkan pendapatan.
