“Ya, minimal dari lingkungan keluarga, kita aktifkan. Ini memang pengaruhnya sangat besar sekali,” kata Wadir Narkoba Polda Metro, AKBP Dedy Anung, Rabu (17/12/2025).
Menurutnya, keaktifan kampung akan membuat pelaku perdagangan narkoba merasa tidak nyaman untuk beroperasi. Selain itu, komunitas yang saling mengenal dan beraktivitas bersama juga mampu mencegah orang-orang di wilayah itu untuk menggunakan narkoba.
Sampai saat ini, sudah ada 32 Kampung Tangguh Anti Narkoba yang terbentuk di wilayah yang dikelola Polda Metro Jaya.
“Mudah-mudahan insyaAllah di tahun depan bisa diadopsi oleh kelurahan-kelurahan lain sehingga lebih banyak lagi kelurahan yang mempunyai Kampung Tangguh Anti Narkoba,” tutup Dedy. (Joesvicar Iqbal)

