IPOL.ID – Retinopati Diabetik merupakan komplikasi diabetes yang berisiko tinggi menyebabkan kebutaan permanen jika terlambat ditangani akibat prosedur pemeriksaan mata konvensional yang prosesnya memakan waktu yang lama. Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas sebuah inovasi bernama EyeXaminer, sebuah alat deteksi dini portabel yang terintegrasi dengan smartphone.
Ketua tim EyeXaminer Andi Bintang Adi Putra menyampaikan bahwa pemeriksaan mata konvensional saat ini memiliki kendala waktu yang signifikan karena tahapan pra-pemeriksaan yang memakan durasi lama. Pasien diwajibkan menggunakan obat tetes mata untuk melebarkan pupil dengan waktu tunggu hingga 40 menit.
“Sangat disayangkan, pasien sering datang saat kondisi sudah parah karena enggan mengantre lama akibat prosedur panjang,” ungkapnya.
Merespons permasalahan tersebut, tim EyeXaminer merancang alat fundus capture portabel yang bersifat non-mydriatic tanpa bantuan obat tetes mata. Alat ini memanfaatkan kamera smartphone modifikasi dengan inframerah yang dilengkapi dengan eyecup khusus untuk menciptakan kondisi gelap total.
