Dengan penghasilan sekitar 50.000 – 100.000 per hari menjadi bekal Bu Enung untuk melanjutkan hidup, sadar akan risiko pekerjaan yang mungkin bisa menimpanya seperti yang dialami alm Pamor, Bu Enung berinisiatif mendaftarkan diri ke program BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja informal agar apabila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi padanya, dia tidak merepotkan siapapun.
Bu Enung tetap bertekad untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan secara rutin. Ia menabung sedikit demi sedikit agar perlindungan itu tak terputus. “Saya tahu manfaatnya. Saya sadar, saya sudah tua dan sekarang tinggal sendirian sambil berjualan, saya tetap ikut BPJS karena saya sudah ngalamin sendiri manfaatnya.” Tutur Bu Enung
Bagi Bu Enung, Pamor bukan hanya anak, tapi rekan hidup. Ia kehilangan sosok yang mengangkat beban hidupnya, tetapi ia juga mewarisi semangat tanggung jawab dan cinta tulus dari anaknya. Dalam diam, dalam perjalanan menjajakan loteknya, mungkin Bu Enung sering mengenang perjalanan hidup yang kini ia jalani sendiri.

