Bagi warganet, persoalan ini tidak berhenti pada satu unggahan. Sindiran yang mengalir mencerminkan rasa putus asa kolektif. Publik mempertanyakan kepada siapa lagi negara dan bangsa ini harus dipercayakan, ketika persoalan paling mendasar pun tak mampu dijaga.
Di tengah ironi yang berulang, warganet mengaku tak tahu harus menangis melihat kelalaian yang terus terjadi, atau tertawa pahit menyaksikan absurditas yang dipertontonkan. Nasionalisme, menurut mereka, tak diukur dari jargon atau klaim paling NKRI, melainkan dari tanggung jawab nyata menjaga keselamatan rakyat—dimulai dari hal sesederhana baut jembatan. (tim)

