“Melalui pertemuan rutin setiap Kamis, kondisi stok dan distribusi pangan dipantau secara berkala,”bebernya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan seluruh kebutuhan pangan strategis seperti beras, daging, hingga komoditas pokok lainnya telah dihitung secara cermat oleh dinas teknis dan dipenuhi oleh BUMD. Dari hasil monitoring, seluruh komoditas untuk menghadapi Nataru berada dalam kondisi aman.
“Potensi kenaikan harga senantiasa dalam pemantauan, demikian juga dengan meningkatnya kebutuhan pangan, karena langkah-langkah antisipasi terus dilakukan,” tambahnya.
Untuk mencegah panic buying, Pemprov DKI juga menjalankan sejumlah langkah konkret, mulai dari memperkuat kerja sama antardaerah, menggelar Gerakan Pangan Murah setiap hari, hingga menghadirkan program pangan subsidi bagi kelompok masyarakat tertentu.
Program ini diberikan kepada pemegang KJP, penghuni rusun, pemegang Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Kartu Pekerja Jakarta (KPJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan beberapa komunitas lainnya.
