Pada Jumat (5/12), dinas kesehatan mendapatkan dukungan tim kesehatan dan logistic dari Irjen Kesprimkom Palembang dan BBLKM Regional 2 Palembang untuk alat penjernih air.
Di samping itu, pihaknya menekankan pada warga yang memiliki kondisi tertentu, khususnya bagi warga yang harus dirawat secara rutin, seperti pasien cuci darah atau mereka yang harus mengkonsumsi obat secara rutin.
Saiful yang juga Ketua HEOC berpesan, kondisi sekarang masyarakat dengan perawatan khusus, pasien dengan obat rutin segera melapor ke puskesmas, pustu, bidan desa untuk melaporkan pasien khusus dapat terlayani.
“Ini sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan”.
Saat ini pusat operasi kedaruratan kesehatan atau HEOC telah diaktifkan di tingkat provinsi. Dengan adanya pusat ini, tenaga kesehatan dari sektor pemerintah maupun non-pemerintah terlebih dahulu berkoordinasi sebelum memberikan pelayanan medis.
Puskris juga memobilisasi tenaga cadangan kesehatan (TCK) dari regional Sumbar. Sejumlah tenaga medis dan tenaga kesehatan diperbantukan untuk memberikan pelayanan di sejumlah fasilitas kesehatan yang terdampak bencana, di antaranya tenaga medis dan kesehatan dari RSU Dadi Makassar ke RSUD Sikaping dan RS Khusus Daerah Dadi menuju RSUD Lubung Basung, keduanya berada di Kabupaten Agam.
