Hal ini menyebabkan Tim kehilangan kontrol penuh atas performance jetski yang digunakan. Dan semua ini terjadi oleh karena tidak adanya dukungan dana dari Pemerintah, termasuk tanpa adanya dukungan dana Pelatnas dari Kemenpora, sehingga pelatihan jetski selama ini harus dilakukan secara mandiri.
“Namun demikian, walaupun dengan segala keterbatasan yang ada, kami masih mampu mempertahankan prestasi emas untuk Indonesia, semoga saja kedepannya Pemerintah tidak lagi pilih kasih dalam mengelola pengembangan prestasi olahraga Indonesia” ujar Fully Aswar selaku Ketua IJBA dalam keterangannya dari Thailand.
Sehingga bisa disimpulkan bahwa perjuangan Tim Jetski Indonesia dalam upaya turut mengharumkan bendera merah-putih di event Seagames Thailand 2025 kali ini merupakan perjuangan paling berat karena tanpa bantuan dana Pemerintah sama sekali. (bam)

