“Tahun ini kami menyajikan pertandingan hingga 98 match. Tentu juga ada penambahan kota di Medan setelah Palembang tidak ada. Adanya penyebaran ini diharapkan tidak hanya terpusat di Jawa dan penggemar yang ada di Sumatra tetap bisa menonton.”
“Juga pada Proliga 2026 akan memainkan best of three series di babak Grand Final serta perebutan peringkat ketiga. Sistem ini seru mengingat jika skor imbang 1-1 pemenang ditentukan hingga pertandingan terakhir,” ujar Imam.
Senada dengan Imam, Ketua Panitia Proliga, Hanny S. Surkatty menyebut bahwa pihaknya tahun ini berupaya untuk menyiapkan pertandingan secara baik. Termasuk di dalamnya laga-laga saat bulan Ramadan yang nantinya bergulir masing-masing satu laga setelah ibadah tarawih setiap harinya.
“Pertandingan pada bulan Ramadan akan kami gelar satu setiap mulai pukul 20.30 malam WIB. Kami sengaja menggelar selama bulan Ramadan agar jeda pertandingan reguler ke babak final four tidak terlampau jauh dengan jarak hanya tiga pekan,” ujar Hanny.
Rencananya babak reguler akan dibuka di Pontianak (8–11 Januari 2026), Medan (15–18 Januari 2026), Bandung (22–25 Januari 2026), Gresik (29 Januari–1 Februari 2026) yang menjadi penghubung babak reguler putaran pertama dan kedua. Setelah itu berlanjut ke Malang (5–8 Februari 2026), Bojonegoro (12–15 Februari 2026), dan Sentul (19 Februari–1 Maret 2026).
