Dalam paparannya, Sabri menekankan bahwa pemanfaatan AI bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan bagi UMKM yang ingin bertahan dan berkembang di era serba cepat. “Dengan perkembangan AI yang begitu cepat UMKM harus pandai dan lebih pintar dibanding AI agar hasilnya memenuhi kebutuhan yang kita inginkan,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta aktif berdiskusi dan mempraktikkan berbagai tips dan trik yang diperkenalkan. Banyak UMKM mengaku mendapatkan wawasan baru yang langsung bisa diterapkan dalam usaha mereka, terutama dalam hal efisiensi waktu dan peningkatan kualitas pemasaran digital.

Rumah BUMN Telkom Pekalongan sebagai penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal menuju transformasi digital yang lebih luas bagi UMKM di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memberdayakan pelaku usaha agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi modern. (Adv/Yudha)
