
Pertumbuhan pengguna itu pun mendorong peningkatan frekuensi transaksi Livin’. Sampai dengan November 2025, aplikasi andalan bank dengan kode emiten BMRI itu telah melayani 11,36 miliar transaksi, tumbuh 21,6 persen secara YoY. Di sisi lain, nilai transaksi Livin’ tercatat tumbuh 6,75 persen YoY menjadi Rp14.195 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, pertumbuhan positif itu tidak terlepas dari penguatan layanan digital secara berkelanjutan yang dilakukan pada aplikasi Livin’ by Mandiri. Berbagai penguatan dilakukan, dengan orientasi berfokus pada kemudahan transaksi pengguna dan memaksimalkan sinergi ekosistem yang dimiliki perusahaan.
“Sejalan dengan kebutuhan nasabah akan layanan yang cepat dan praktis, Bank Mandiri menghadirkan Livin’ by Mandiri sebagai solusi digital yang menyederhanakan proses transaksi agar berjalan lebih efisien dan efektif,” ujar Riduan, dalam keterangannya, Senin (19/1).
