Penanganan bencana melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD, TNI, Polri, Dinas Sosial, Kominfo, PLN, dan Basarnas, yang bersinergi dalam upaya penanganan darurat dan pemulihan awal.
Berdasarkan kondisi terkini, banjir di sebagian wilayah telah mulai surut, namun curah hujan masih terpantau sangat tinggi. BMKG memperkirakan potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung di wilayah Halmahera Barat pada periode 5–11 Januari 2026.
Hingga saat ini, jaringan listrik dan akses komunikasi di beberapa lokasi masih terputus. Lokasi pengungsian sementara berada di rumah penduduk, SD Tongute Ternate, dan Balai Desa Tongute Ternate Asal.
Melihat kondisi tersebut, diperlukan penetapan status tanggap darurat oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat guna mempercepat dan mengoptimalkan upaya penanganan bencana.
“BNPB mengimbau masyarakat Kabupaten Halmahera Barat, khususnya yang berada di wilayah rawan banjir, agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga,” pesannya.
Sementara, warga sekitar lokasi terdampak diminta menghindari daerah rawan, segera mengungsi ke tempat aman apabila kondisi memburuk, serta mengikuti arahan dan informasi resmi dari pemerintah daerah dan petugas di lapangan. (Joesvicar Iqbal)
