Menurut Ubed, perbedaan utama antara pertandingan di SEA Games dan di Daihatsu Indonesia Masters terletak pada kondisi mental serta situasi pertandingan. Ia menilai pada laga sebelumnya dirinya bisa bermain lebih lepas, sementara kali ini tekanan pertandingan di Istora cukup memengaruhi fokusnya.
Dalam evaluasinya, Ubed mengakui masih kalah dari sisi pengalaman jika dibandingkan dengan Loh Kean Yew. Hal tersebut terlihat dari kemampuan lawan dalam mengatur tempo permainan dan mengendalikan situasi saat berada di bawah tekanan.
“Mungkin kalau dibilang, saya masih kalah pengalaman. Saya belum bisa benar-benar melawan tempo permainan dia. Di SEA Games dulu saya bisa main lebih lepas, sementara di sini mungkin agak tegang, apalagi main di Istora dengan banyak penonton,” ungkap pebulutangkis berusia 17 tahun itu.
Meski demikian, Ubed menilai pertandingan ini tetap memberikan banyak pelajaran berharga. Ia mengaku mendapatkan pengalaman penting terkait pengaturan tempo, kontrol permainan, serta cara menghadapi lawan yang lebih matang secara teknis maupun mental.
