Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menyampaikan, “Pemerintah Indonesia mengapresiasi kegiatan ini. Ini pertama kali saya melihat barongsai melakukan salto—luar biasa. Tradisi ini juga berkembang di pondok pesantren dan merupakan kebudayaan universal. Seni adalah karunia Tuhan yang dapat dinikmati semua orang. Di Masjid Istiqlal, kami juga membuka kursus Mandarin gratis sebagai dukungan terhadap keragaman global melalui konsep international culture in mosques.”
Ia menambahkan, “Kolaborasi budaya akan semakin mempercantik Indonesia. Budaya Singkawang kaya akan kearifan lokal yang layak diangkat menjadi kearifan nasional dan internasional. Terima kasih kepada Wali Kota Singkawang dan Hotel Borobudur Jakarta sebagai penyelenggara. (Hotel) Borobudur adalah sahabat karib Masjid Istiqlal. Sampaikan salam saya kepada Pak Tomy Winata yang sangat dekat dengan para tokoh dari berbagai kalangan.” Pungkasnya
Wali Kota Singkawang turut menegaskan makna toleransi yang hidup di kotanya. “Budaya kuliner, kebudayaan Singkawang dengan keberadaan kelenteng, serta budaya internasional hidup berdampingan dengan baik. Hal ini menjadikan Singkawang mendapat apresiasi sebagai daerah toleran. Kami menyiapkan penyelenggaraan Cap Go Meh dan Ramadan, termasuk Idulfitri. Terima kasih kepada Hotel Borobudur yang telah menyelenggarakan acara ini sehingga memperkenalkan Kota Singkawang di Jakarta, beserta ragam kuliner khas, batik, dan kekayaan budaya lainnya.” Ujar Tjhai Chui Mie
