Ia menjelaskan, penguatan ekonomi rakyat dilakukan melalui pendampingan UMKM, perluasan akses pasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan strategis. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat daya tahan ekonomi nasional dari level paling bawah.
Menurut Rizky, selama ini potensi rakyat besar tetapi tidak terkelola dengan baik karena minimnya pendampingan dan kolaborasi. GACi, kata dia, ingin hadir sebagai katalisator agar potensi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan rakyat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek utama yang ikut menentukan arah dan manfaatnya,” tegas Rizky.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan kick-off Garda Asta Cita Indonesia di Jakarta yang menjadi titik awal konsolidasi gerakan. Kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara GACi, mitra strategis, dan pelaku UMKM untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.
Ke depan, GACi menargetkan terbentuknya jejaring ekonomi kerakyatan yang solid dan inklusif di berbagai daerah. Dengan langkah tersebut, Rizky optimistis cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan melalui pembangunan yang adil, merata, dan berkelanjutan.
