Sebagai bagian dari kampanye tersebut, VIDA menghadirkan kolaborasi bertajuk “Tukang Gorengan Jadi Tahu”, menggandeng penjual gorengan sebagai simbol keseharian masyarakat.
Inisiatif ini menyoroti bahaya penggunaan dokumen pribadi, seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), ijazah, dan dokumen pribadi lainnya sebagai pembungkus makanan.
“Praktik yang kerap dianggap sepele ini berpotensi jadi celah penyalahgunaan data. Bila dokumen jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab”.
Melalui kampanye ini, lanjut Niki, masyarakat dapat mengunjungi rangkaian aktivasi #VIDAJagaKalian di kawasan MRT Dukuh Atas pada 22-25 Januari 2026. Pengunjung dapat menikmati aneka gorengan khas Indonesia secara gratis dengan mengikuti pengalaman edukatif interaktif mengenai pentingnya menjaga data pribadi.
Selain itu, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat berbagai solusi VIDA dalam melindungi identitas digital dari risiko penipuan.
“Edukasi akan lebih efektif jika dekat dengan realitas masyarakat. Kami memilih pendekatan yang membumi agar pesan perlindungan data tak hanya dipahami, tapi juga dipraktikkan. Harapannya, langkah sederhana dilakukan konsisten dapat membangun budaya menjaga data pribadi dalam jangka panjang,” tambah Niki.
