Lebih lanjut, Anies menilai hal yang dialami Venezuela menjadi preseden bagi negara-negara berkembang lainnya.
“Ini melampaui pelanggaran kedaulatan. Ini adalah upaya yang disengaja untuk membatasi kebebasan negara-negara Selatan dalam mengelola sumber daya mereka sendiri,” tuturnya.
Untuk itu, dia mendorong negara-negara berkembang untuk memperkuat solidaritas dan melindungi prinsip-prinsip nonintervensi yang telah lama diperjuangkan.
Anies menilai sudah saatnya Indonesia mengembangkan diplomasi yang lebih proaktif.
“Indonesia memiliki kesempatan untuk memimpin inisiatif di PBB untuk memperkuat suara negara-negara berkembang, khususnya mengenai sumber daya strategis,” tandasnya.(sofian)

