Darmawan menambahkan capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara tim PLN dengan para stakeholder di lapangan.
“Sinergi lintas pihak menjadi kunci percepatan di lapangan. Kami mengapresiasi pemerintah daerah, TNI, Polri, serta partisipasi masyarakat yang membantu tim PLN dalam menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan,” imbuhnya.
General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban (UIP3B) Sumatera, Amiruddin, menjelaskan bahwa pengoperasian jalur kedua transmisi Pangkalan Brandan–Langsa merupakan bagian dari upaya PLN dalam memperkuat sistem, sehingga potensi gangguan bisa diminimalisir.
“Pengoperasian penuh transmisi Pangkalan Brandan–Langsa memperkuat interkoneksi Aceh–Sumatra. Dengan sistem yang kembali berlapis, stabilitas penyaluran daya dapat dijaga dengan lebih baik, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan ke depan,” jelas Amiruddin.
Sebelumnya, PLN juga telah mengoperasikan jalur kedua transmisi Arun–Bireuen, melengkapi jalur pertama pada jalur tersebut. Pengoperasian jalur-jalur strategis ini menjadi bagian penting dari rangkaian pemulihan sistem kelistrikan Aceh pascabencana, khususnya pada sisi transmisi sebagai penopang utama.

