“Evaluasi juga menyoroti koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan pembangunan huntara,” kata Rustian, Kamis (8/1/2026).
Dari hasil evaluasi, Sekretaris Utama BNPB Rustian menjelaskan, ini menunjukkan bahwa pembangunan huntara di kedua kabupaten, Lima Puluh Kota dan Tanah Datar, secara umum telah berjalan.
Namun, masih terdapat sejumlah catatan perbaikan, seperti penyempurnaan fasilitas pendukung, penyesuaian desain terhadap kebutuhan keluarga penyintas.
“Percepatan target penyelesaian pada beberapa titik pembangunan juga dilakukan”.
Saat ini, pembangunan huntara di Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota ditargetkan sebanyak 60 unit pada permohonan tahap I, sedangkan di Tanah Datar di wilayah Nagari Bungo Tanjuang Kecamatan Batipuh 23 unit, Nagari Sumpur Kecamatan Batipuh Selatan 15 unit.
Sementara, lokasi huntap dipersiapkan untuk di Kabupaten Solok pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi berada di wilayah Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak.
