“Acara pengajian sudah selesai. Hiburan itu berlangsung setelahnya dan hanya disaksikan panitia yang masih berada di lokasi,” ujar Hadiyanto, Sabtu (17/1/2026).
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat beredarnya video tersebut. Menurutnya, seluruh undangan, tokoh masyarakat, dan para kiai telah meninggalkan lokasi saat hiburan berlangsung.
“Tidak ada undangan maupun tokoh agama di tempat. Itu semata hiburan internal untuk panitia yang masih membersihkan perlengkapan,” jelasnya.
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi menyatakan belum memberikan sikap resmi terkait peristiwa tersebut. Sekretaris MUI Banyuwangi, Ayung Notonegoro, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut.
“Kami masih mendalami informasi yang beredar. Belum bisa menyampaikan kesimpulan,” katanya singkat.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat, khususnya di era digital ketika dokumentasi acara dapat dengan cepat menyebar luas.(Vinolla)
