Menurutnya kebebasan berekspresi sering kali disertai praktik penggiringan opini yang tidak sehat, seperti serangan pribadi, manipulasi emosi publik, generalisasi berlebihan, hingga pengaburan hubungan sebab-akibat. Karena itu, masyarakat diminta tetap rasional dan kritis dalam menyikapi informasi, terutama yang beredar di media sosial.
Pigai menilai penanganan bencana di Sumatra sudah dilakukan secara serius, sistematis, dan masif. Ia merujuk pada intensitas kunjungan Presiden ke Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat hampir setiap minggu sebagai bukti kehadiran negara di masa tanggap darurat dan pemulihan.
“Semua orang tentu tahu dan telah menyaksikan bahwa hampir setiap minggu Presiden datang ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata dia. (far)

