“Langkah hibah ini juga selaras dengan pilar ESG, di mana barang-barang yang masih layak pakai dapat memberikan manfaat sosial bagi komunitas yang membutuhkan, alih-alih menjadi limbah yang tidak terkelola,”jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengimbau pelanggan untuk memeriksa kembali barang bawaan sebelum meninggalkan bus atau halte, serta melapor melalui petugas atau kanal resmi Customer Care jika menemukan kehilangan.
“Dengan penguatan layanan Lost and Found, Transjakarta berupaya menghadirkan transportasi publik yang unggul secara operasional sekaligus menjadi teladan dalam praktik bisnis bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tandasnya.(Sofian)
