Upaya pencarian dan evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan tim SAR gabungan serta dukungan sembilan unit alat berat yang difokuskan di sejumlah titik terdampak.
Akses darat yang terbatas membuat pengerahan alat berat tidak bisa maksimal. Hanya alat berukuran kecil hingga sedang yang dapat dioperasikan di lokasi.
Selain jalur darat, pencarian juga dibantu dari udara. Tiga helikopter dikerahkan masing-masing dari TNI AU, TNI AD, dan TNI AL, ditambah pemantauan menggunakan drone untuk menjangkau area sulit.
Syafii mengungkapkan, skala longsor di Cisarua tergolong besar dan menyulitkan proses pencarian. Berdasarkan pengukuran sementara, panjang area longsoran diperkirakan mencapai sekitar 2 kilometer dengan lebar maksimal 140 meter.
“Ditemukan dua mahkota longsor. Dari titik mahkota hingga ujung longsoran sekitar 2.009 meter. Angka ini masih perkiraan karena material longsor melebar ke berbagai arah,” katanya.
Operasi pencarian akan terus disesuaikan dengan evaluasi di lapangan, terutama terkait faktor keselamatan personel. Evaluasi besar direncanakan pada hari ketujuh operasi.
