Gangguan ini tidak hanya berdampak pada rute utama Koridor 13, tetapi juga merembet ke layanan 13B, L13E, dan Jak 107.
Ketidakpastian jeda kedatangan bus (headway) menyebabkan penumpukan penumpang di sejumlah halte sepanjang koridor. Antrean mengular terlihat di beberapa titik pemberhentian, terutama pada jam berangkat kerja.
Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
“Situasi tersebut menyebabkan penumpukan dan antrean pelanggan di halte menjadi lebih padat dari biasanya. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” lanjut Ayu.
Manajemen mengimbau pelanggan untuk memantau informasi layanan terbaru melalui aplikasi resmi TJ: Transjakarta dan kanal media sosial perusahaan guna mempertimbangkan rute alternatif.
Insiden ini kembali menyoroti tantangan operasional Koridor 13 yang menggunakan jalur layang terpisah. Meski dirancang untuk menghindari hambatan lalu lintas, akses masuk dan keluar jalur tetap terpengaruh kondisi kepadatan di titik-titik tertentu. (Vinolla)

