Menurutnya, di tengah bulan suci Ramadan, banjir turut berdampak pada aktivitas sahur warga. Akses yang terbatas membuat sebagian warga harus menggunakan perahu untuk membeli makanan untuk bersantap sahur.
“Kalau untuk sahur agak terhambat juga sih ya, walau tadi pagi masih ada yang gunain perahu untuk beli makan sahur. Tapi masih berjalan lancar sih ibadahnya,” kata Sanusi.
Sementara, dari unsur kepolisian, Polda Metro Jaya melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) menurunkan bantuan personel dan armada ke lokasi.
Kasubdit Binmas Ditpolairud Polda Metro Jaya, AKP Hamdan Nawalah mengatakan, sebanyak 15 personel dikerahkan untuk membantu warga terdampak banjir.
“Dari Polairud kami menurunkan pasukan sebanyak 15 personel, perahu karet dan skiff boat dua unit, untuk memberikan bantuan layanan kepada masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Kebon Pala ini,” kata Hamdan.
Dia menegaskan, polisi bersiaga selama 24 jam untuk membantu evakuasi maupun kebutuhan mendesak warga.
“Bagi warga yang ingin mengungsi atau memerlukan bantuan untuk membeli makanan ataupun obat-obatan, kami siap melayani,” ujarnya.

