Dia katakan, ketiga hal tersebut sangat penting sekali. Pasalnya di era digital seperti saat ini, informasi bergerak sangat cepat.
“Jika yang beredar adalah fakta, masyarakat terbantu. Tapi, jika yang beredar adalah hoaks, potongan tanpa konteks, atau narasi memanaskan situasi, dampaknya bisa luas, mulai dari menimbulkan keresahan, memicu konflik, bahkan hingga memperdalam polarisasi,” ujarnya.
“Karena itu, saya mengajak kita semua jadi penyejuk. Mari kita bersama mencerdaskan masyarakat. Stop hoaks, stop provokasi, stop narasi memecah belah. Ramadan ini mari kita jadikan momentum memperbaiki cara kita berbicara, cara kita menyampaikan dan cara kita saling menghormati,” tukasnya.
Media atau pun insan pers, lanjut dia, bukan hanya sekadar mitra kerja, namun sudah menjadi sahabat dan bahkan keluarga.
“Kami di sini, Polres Metro Jakarta Selatan, berkomitmen untuk membuka ruang komunikasi sehat dan transparan. Kami siap menyampaikan informasi faktual, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan melalui kanal resmi dan koordinasi kehumasan,” tuturnya.

