Menurutnya, di tengah situasi geopolitik yang turbulen, Indonesia memerlukan pendekatan diplomasi yang inklusif, adaptif, serta mampu membaca dinamika global secara cepat. Ia juga mengapresiasi respons pemerintah dalam menyikapi berbagai isu internasional yang berkembang.
Dalam rapat tersebut, BKSAP memaparkan sejumlah agenda penting yang akan digelar Indonesia. Pada Juli 2026, Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Caucus yang diharapkan memperkuat posisi strategis Indonesia dalam diplomasi kawasan Asean. Selain itu, Indonesia juga akan menyelenggarakan Indonesia-Pasific Parliamentary Partnership (IPPP) pada 2027 mendatang sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama parlemen dengan negara-negara Pasifik.
Kedua pihak juga sepakat untuk meningkatkan intensitas komunikasi dan koordinasi. Jika sebelumnya pertemuan dilakukan satu kali dalam setahun, ke depan direncanakan minimal setiap enam bulan dengan format yang lebih dialogis dan terbuka, sehingga substansi pembahasan dapat lebih mendalam dan responsif terhadap perkembangan global.

