Untuk meminimalkan risiko gangguan selama arus mudik dan balik, BMKG mendorong langkah mitigasi terpadu, termasuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara situasional berbasis kebutuhan dan pertimbangan ilmiah.
Pemerintah daerah dengan tingkat risiko tinggi dapat berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG terkait pelaksanaan OMC tersebut.
BMKG juga menegaskan akan terus melakukan analisis dan pemantauan atmosfer secara berkelanjutan. Apabila terdeteksi kondisi membahayakan seperti siklon tropis, BMKG akan bersurat langsung kepada kepala daerah agar langkah antisipasi dapat segera dilakukan.
Dalam mendukung kelancaran mudik Lebaran 2026, BMKG menyiapkan layanan informasi berbasis digital yang terintegrasi di berbagai sektor transportasi.
Di sektor penerbangan tersedia layanan System of Interactive Aviation Meteorology (Ina SIAM). Untuk jalur darat, tersedia Digital Weather for Traffic, sementara sektor pelayaran didukung melalui Indonesia Weather Information for Shipping (InaWIS).

