IPOL.ID – Bank Indonesia melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran mengalami variasi hingga Jumat (27/2/2026) pukul 09.50 WITA.
Berdasarkan data PIHPS yang diakses dari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), harga bawang merah tercatat Rp44.750 per kilogram (kg). Sementara itu, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi di kelompok hortikultura, yakni mencapai Rp75.550 per kg.
Selain bawang merah, harga bawang putih tercatat Rp40.750 per kg.
Untuk komoditas beras, PIHPS merinci harga berdasarkan kualitas sebagai berikut:
1. Beras kualitas bawah I: Rp14.450 per kg
2. Beras kualitas bawah II: Rp14.500 per kg
3. Beras kualitas medium I: Rp15.950 per kg
4. Beras kualitas medium II: Rp15.800 per kg
5. Beras kualitas super I: Rp17.150 per kg
6. Beras kualitas super II: Rp16.700 per kg
Data ini menunjukkan rentang harga beras nasional berada di kisaran Rp14.450 hingga Rp17.150 per kg, tergantung pada mutu dan kualitasnya.
Selain cabai rawit merah, harga cabai lainnya tercatat sebagai berikut:
1. Cabai merah besar: Rp44.700 per kg
2. Cabai merah keriting: Rp46.550 per kg
3. Cabai rawit hijau: Rp54.250 per kg
Kenaikan harga cabai rawit merah yang jauh lebih tinggi dibanding jenis cabai lain menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp42.000 per kg. Sementara daging sapi kualitas I berada di harga Rp143.900 per kg dan kualitas II Rp135.950 per kg.
Adapun harga telur ayam ras berada di angka Rp32.550 per kg.
Pada komoditas gula, gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.800 per kg, sedangkan gula pasir lokal Rp18.450 per kg.
Sementara itu, harga minyak goreng curah berada di angka Rp19.000 per liter. Untuk minyak goreng kemasan bermerek, harga tercatat Rp22.700 per liter (merek I) dan Rp21.650 per liter (merek II).
PIHPS merupakan salah satu instrumen
pemantauan harga pangan nasional yang dikelola Bank Indonesia untuk memberikan gambaran terkini pergerakan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah. Data tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah dan masyarakat dalam memantau stabilitas harga pangan.(Vinolla)

