“Ini kesalahan saya. Saya meninggalkan anak saya sendiri. Dan itu bukan hal yang bisa dibenarkan,” ucapnya tegas.
Tak hanya soal perpisahan fisik, Denada juga menyesali keterlambatannya dalam mengungkap kebenaran kepada Ressa. Menurutnya, pengakuan yang baru disampaikan setelah puluhan tahun menjadi beban moral yang selama ini ia simpan sendiri.
Di hadapan publik, Denada tidak meminta pembenaran, melainkan pengampunan. Ia berharap Ressa suatu hari bersedia membuka pintu maaf dan menerima dirinya apa adanya, dengan segala kekurangan sebagai seorang ibu.
“Saya masih harus banyak belajar untuk menjadi ibu yang layak bagi anak-anak saya,” katanya.
Menariknya, pernyataan Denada tidak berhenti pada hubungan ibu dan anak. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada almarhumah sang ibu, Emilia Contessa, serta seluruh keluarga besar yang merasa kecewa atas keputusan hidupnya di masa lalu.
Dengan suara bergetar, Denada menutup pernyataannya dengan doa dan harapan agar semua kesalahan yang pernah ia perbuat mendapat ampunan dari Tuhan.
