Turki dan Mesir sebelumnya sering mengalami hubungan yang tegang selama bertahun-tahun. Namun sejak beberapa waktu terakhir, inklusifnya latihan militer bersama dan proyek industri pertahanan telah menandai fase baru kerja sama mereka. Pada September 2025, kedua negara juga melaksanakan latihan angkatan laut bersama perdana dalam lebih dari satu dekade, yang menunjukkan pemulihan hubungan militer secara nyata.
Selain aspek militer, El-Sisi dan Erdoğan turut berbicara tentang perluasan kerja sama ekonomi. Mereka sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral yang sekarang berada di kisaran USD9 miliar, dengan target baru sebesar USD15 miliar di masa mendatang. Perjanjian ini juga mencakup kerja sama dalam investasi, industri farmasi, layanan sosial, hingga sektor olahraga.
Para analis melihat langkah ini sebagai bagian dari upaya kedua negara untuk menciptakan keseimbangan baru dalam dinamika diplomatik regional, terutama di tengah konflik yang belum reda di Gaza dan ketegangan geopolitik lain di kawasan. Selain itu, kemitraan ini juga membuka peluang bagi kerja sama teknologi militer, termasuk kemungkinan produksi bersama sistem pertahanan canggih seperti drone dan perangkat tak berawak lain.
