“Nah maka tadi muncul gagasan, dan gagasan itu sebenarnya sudah pernah tadi terungkap waktu Pak Fauzi Bowo. Waktu Pak Fauzi Bowo (berkata), ‘Ya sudah kita beli aja sekalian itu,’ gitu. Supaya bisa diintegrasikan sebagai salah satu moda transportasi yang menjadi satu kesatuan di dalam rencana induk transportasi kita,” bebernya.
Pantas menambahkan, kemungkinan akuisisi tersebut bukan hanya soal kepemilikan semata, tetapi juga dapat menjadi alat tekan agar kerja sama antarlembaga transportasi bisa diperkuat.
“Dimungkinkan, dan ya kalaupun tidak terjadi, itu sebagai semacam pendorong supaya KAI mau terintegrasi dengan transportasi Jakarta gitu lho,” ujarnya.
Dia menegaskan, jika pembelian tidak terealisasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap perlu mendorong kolaborasi yang lebih erat dengan operator kereta.
“Jadi jangan ambil kebijakan sendiri, ya kalaupun misalnya mereka nggak mau jual, ya kalau gitu dorong dong supaya mau kerja sama, kan gitu,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pantas juga menyinggung perlunya penyesuaian regulasi transportasi di Jakarta agar mampu mengakomodasi perkembangan moda dan teknologi.
