IPOL.ID – Lima hari menjelang awal Ramadan 1447 Hijriyah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh elemen masyarakat menjaga kerukunan dan kedamaian di Ibu Kota.
Orang nomor satu di Jakarta itu pun melarang seluruh kegiatan yang berpotensi menimbulkan keributan selama bulan suci Ramadan.
“Hal yang berpotensi menimbulkan kerawanan, keributan saya nggak izinkan,” ujar Pramono, Sabtu (14/2/2026).
Seperti diketahui, kegiatan yang dianggap menimbulkan kerawanan antara lain, sahur on the road (SOTR), sweeping terhadap rumah makan yang buka pada siang hari atau kegiatan yang mengundang keributan lainnya.
“Ya pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan saya nggak izinkan. Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan nanti saya izinkan. Pokoknya yang itu nggak,” bebernya.
Pram mengatakan, momentum menyambut bulan suci harus diisi dengan kedamaian, terlebih Jakarta saat ini juga tengah bersiap menyambut perayaan Tahun Baru Imlek yang berlangsung pada 13 hingga 17 Februari, dengan puncaknya pada Selasa (17/2/2026).
