Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2026, Kemenperin mencermati adanya peningkatan konsumsi rumah tangga terhadap komoditas industri pakaian, alas kaki, serta jasa perawatannya. Pada tahun 2024, pertumbuhan konsumsi sektor ini tercatat sebesar 2,73 persen dan meningkat menjadi 4,52 persen pada tahun 2025.
Namun, berdasarkan hasil pengamatan terhadap IKI, khususnya IKI pasar domestik tahun 2025, industri pakaian jadi yang berorientasi pada pasar dalam negeri justru mengalami kontraksi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa peningkatan konsumsi rumah tangga tersebut tidak sepenuhnya diserap oleh produk industri dalam negeri.
“Dengan demikian, terdapat indikasi kuat bahwa kenaikan permintaan tersebut lebih banyak dipenuhi oleh produk impor,” ungkap Febri.
Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian memandang momentum peningkatan konsumsi domestik seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh industri dalam negeri, guna memperkuat struktur manufaktur nasional dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar domestik.

