IPOL.ID-Founder WH-Project William Hartanto memproyeksikan IHSG masih bergerak melemah karena berada dalam tren penurunan yang kuat.
Candlestick terus bergerak di bawah MA5, sementara tekanan utama datang dari saham-saham konglomerasi yang gagal masuk indeks MSCI. Bobot besar saham-saham tersebut, menurut dia, menekan IHSG dan membuat volatilitas pasar tetap tinggi.
“IHSG masih berada dalam strong downtrend dengan tekanan dari saham konglomerasi yang tidak masuk MSCI, sehingga pergerakannya cenderung melemah dan volatilitas tetap tinggi,” ujar William dalam riset hariannya.
Dengan sentimen tersebut, William memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 7.608 dan resistance 8.446 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni PGAS, GGRM, BNGA, dan UNVR.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat pergerakan indeks saham saat ini masih berada pada fase koreksi.
Area koreksi terdekat berada di kisaran 7.712-7.785. Selama IHSG mampu bertahan di atas level 7.712 sebagai area support, peluang penguatan masih terbuka dengan target pergerakan di rentang 8.284-8.440.
